Pages

Rabu, 12 Februari 2014

Ternyata Ini Penyebab Air Sungai yang Mendadak Merah di Bontang

sungai merah Baru-baru ini warga Kota Bontang dikejutkan oleh satu fenomena aneh. Air sungai yang membelah kota itu mendadak merah. Beberapa dugaan serta kajian ilmiah muncul ditengah-tengah kebingungan masyarakat. Hingga akhirnya, pihak berwajib berhasil menguak misteri itu.
Ternyata air sungai yang mendadak berwarna merah di Bontang berasal dari limbah perusahaan cat di Bontang. Dalam kasus ini, Kepolisian Kota Bontang berhasil mengamankan yang diduga pelaku.
Sementara itu, warga yang berdiam di lokasi sekitar menyebut bahwa air menjadi merah karena ulah orang yang tak bertanggung jawab. Biasanya, ada yang membuang sisa cat ke sungai dalam jumlah yang sangat banyak sehingga air menjadi tercemar. Lagi pula, di sekitar sungai itu, ada pabrik distributor cat.
“Di sini ada pabrik distributor cat, biasanya sering membuang cat, namun tidak sebesar ini sehingga tidak mengubah warna air. Bisa jadi akibat pencucian drum-drum dari Amerika yang dibeli pabrik distributor cat tersebut,” kata Sundarwan, salah seorang warga Tanjung Laut, Bontang seperti dilansir kompas.com.
Namun, kata Sundarwan, jika air sungai berubah warna karena limbah pencucian drum, maka tidak mungkin bisa sampai sepanjang sungai di Tanjung Laut, Bontang Selatan. “Seharusnya tidak merata, tapi ini merata. Nah, ini yang membingungkan. Entah betul fenomena alam atau limbah yang dibuang dalam jumlah cukup besar,” pungkasnya.
Di bagian lain, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Bontang Agus Amir mengatakan, sampai saat ini BLH belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai perubahan air sungai tersebut. Namun, pihaknya akan menelusuri asal perubahan air tersebut.
“Kami masih di lokasi dan tim kami masih melakukan pengecekan. Kami belum bisa memberikan kesimpulan apakah ini fenomena alam ataukah pencemaran air limbah. Harus diselidiki dulu,” kata Amir.
Amir menjelaskan, untuk menguak misteri air merah itu, diperlukan proses yang panjang. Selanjutnya, Amir masih belum bisa memutuskan apakah air merah tersebut akan diperiksa dalam laboraturium atau tidak.
“Kami masih di lokasi. Kami masih melakukan identifikasi dan menelusuri petanya dulu, baru bisa diambil kesimpulan. Yang jelas, kami akan terus menyelidiki dari mana air merah itu bermula,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar